Group's posts with tag: goa pawon

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag goa pawon
Category:Other
Minggu, 13 Januari 2008, komunitas wisata dan apresiasi sejarah Klab Aleut mengadakan kegiatan bertajuk “Piknik Bandung Purba” ke Goa Pawon dan Karang Panganten, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk megenalkan potensi kedua tempat tersebut yang merupakan situs arkeologi sekaligus sebagai obyek pariwisata propinsi Jawa Barat.

Sejak pukul 05.45 WIB, dua puluh orang peserta kegiatan “Piknik Bandung Purba” berkumpul di halaman barat Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika Kota Bandung. Setelah selesai melakukan persiapan, pada pukul 06.30 WIB, para peserta berjalan kaki menuju halte bis kota di kawasan Alun-alun Bandung untuk mulai melakukan perjalanan ke Padalarang dengan menggunakan Bis Damri jurusan Alun-alun - Ciburuy.

Ari Yanto (30 tahun), anggota Klab Aleut yang menjadi penutur materi “Piknik Bandung Purba”, mengatakan bahwa tidak semua warga Kota Bandung pernah merasakan perjalanan dari Bandung ke Padalarang dengan menggunakan sarana angkutan Damri. “Keberadaan Bis Damri selayaknya dikenal masyarakat Kota Bandung, itulah kenapa Klab Aleut melakukan perjalanan wisata ini menggunakan Damri,” terang pria yang mempunyai nama panggilan Yanto ini.

Setiap peserta kegiatan “Piknik Bandung Purba” tidak dipungut biaya khusus. Asri Mustika Ati (21 tahun), koordinator kegiatan jalan-jalan dan wisata Klab Aleut, mengatakan bahwa para peserta dipersilakan membayar biaya transportasi menuju Goa Pawon dengan cara membayar masing-masing. “Klab Aleut sengaja tidak menentukan harga khusus untuk kegiatan ini agar para peserta bisa menghitung sendiri berapa besar biaya yang akan mereka keluarkan untuk melakukan perjalanan ke sana,” tutur Asri yang juga seorang mahasiswi tingkat empat jurusan pendidikan bahasa Perancis di Universitas Pendidikan Indonesia.

Sampai di Padalarang, tepatnya di kawasan Situ Ciburuy, para peserta diberi penjelasan tentang situ (danau) tersebut yang juga termasuk sebagai salah satu obyek wisata di propinsi Jawa Barat. Setelah itu, perjalanan ke Goa Pawon dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan jurusan Padalarang-Rajamandala yang menempuh waktu perjalanan kurang dari sepuluh menit.

Setelah sampai di daerah Kampung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, para peserta masih harus menempuh perjalanan berjarak sekitar 1,5 kilometer untuk bisa sampai di Goa Pawon. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Meski berjalan kaki, tak satu pun peserta kegiatan “Piknik Bandung Purba” mengeluhkan rasa lelah karena pesona keindahan alam di kawasan Desa Cipatat mampu menghapus rasa lelah mereka. Bahkan beberapa peserta nampak semakin bersemangat setelah melihat keindahan pemandangan dan beberapa tebing yang berdiri megah di sana.

Begitu sampai di pelataran depan Goa Pawon, para peserta diajak beristirahat untuk menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa sambil menyimak penuturan kisah seputar Goa Pawon yang disampaikan salah seorang anggota Klab Aleut. “Mitos di kalangan masyarakat Sunda menyebutkan Goa Pawon terbentuk setelah Sangkuriang gagal mempersunting Dayang Sumbi. Konon akibat dari kegagalan itu, Sangkuriang menendang perahu yang sekarang menjadi Gunung Tangkuban Parahu dan menghancurkan pawon (dapur) yang kini menjadi perbukitan yang dikenal dengan nama Pasir Pawon,” terang Ari Yanto.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Widya Eko Santoso yang memberikan informasi tambahan tentang Goa Pawon kepada para peserta kegiatan. Dia mewakili Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Goa Pawon, membagikan sejumlah bibit pohon Mahoni kepada para peserta “Piknik Bandung Purba” untuk ditanam di kawasan Pasir Pawon sebagai usaha penghijauan di kawasan tersebut.

Widya Eko Santoso, yang akrab disapa Eko, juga menyinggung tentang dampak industri penambangan kapur di kawasan Citatah yang telah menyumbangkan banyak perusakan di sebagian besar wilayah perbukitan kapur Padalarang. Melalui kegiatan yang diselenggarakan Klab Aleut ini, Eko berharap para peserta menjadi lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan yang saat ini banyak terlindas oleh kepentingan industri.

Setelah hampir satu jam beristirahat dan menyimak cerita seputar legenda Goa Pawon, para peserta kegiatan “Piknik Bandung Purba” mulai masuk ke dalam Goa. Yanto dan Eko, memberi penjelasan mendetil tentang apa saja yang tersimpan dalam Goa Pawon. Mulai dari jenis batuan Kars (Batu Kapur), pembagian ruangan-ruangan dalam goa, mata air yang dipercaya bisa dijadikan obat awet muda di salah satu sudut goa, kelelawar penghuni goa, sampai dengan replika fosil manusia Pawon yang hingga saat ini masih terdapat di salah satu ruangan Goa Pawon yang diberi nama “Ruang Kopi”.

Keasrian kawasan Goa Pawon kini sudah mulai tercemar oleh sampah-sampah yang berserakan akibat ketidakpedulian beberapa pengunjung. Selain itu, coretan-coretan di dinding Goa oleh pengunjung yang tidak bertanggungjawab, memberikan kesan kumuh di kawasan tersebut. Hal ini membuat Ridwan Hutagalung, seorang anggota Klab Aleut berinisiatif untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga keasrian lingkungan di sana. Ridwan bersama seluruh peserta kegiatan “Wisata Bandung Purba” memunguti sampah-sampah yang berserakan di sana sebagai wujud kepedulian mereka terhadap lingkungan. “Kalau tidak saat ini, kapan lagi kita bisa memberikan contoh kepada yang lain untuk ikut peduli terhadap lingkungan?,” katanya.

Di sela-sela kegiatan ini, Ridwan juga mencoba melakukan percobaan untuk membersihkan coretan-coretan di dinding goa dengan menggunakan spirtus. Usaha Ridwan tersebut nampak berhasil, namun dia belum berani untuk melanjutkan usahanya karena khawatir dengan dampak reaksi kimiawi spirtus terhadap unsur yang terkandung dalam batu di dinding goa. Ridwan mengatakan akan melanjutkan usahanya itu, setelah mendapatkan informasi lebih lanjut dari pakar kimia atau geologi yang lebih tahu dampak dari reaksi kimianya.

Setelah mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan Klab Aleut, Tini Igrawati (50 tahun), pengajar mata pelajaran sejarah SMAN 4 Bandung yang megikuti kegiatan ini menuturkan bahwa belajar sejarah bisa dilakukan tidak hanya dari buku yang cenderung membosankan, tapi dengan kegiatan wisata seperti ini pun, sejarah bisa lebih dikenalkan dalam bentuk fisik.

Irma Novianti (20 tahun) menyatakan hal senada dengan Tini Igrawati. “Sama halnya dengan sejarah yang terlanjur dianggap banyak orang sebagai suatu hal yang membosankan, kelestarian lingkungan pun harus terus diupayakan untuk bekal di masa depan. ” kata Irma yang saat ini menjadi sekretaris Klab Aleut. Dia juga berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu meningkatkan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan yang selama ini banyak terabaikan.


Start:     Jan 13, '08 07:00a
Location:     Goa Pawon - Padalarang
Agenda di tahun 2008, Klab Aleut merencanakan untuk memperbanyak
kegiatan wisata sejarah dan heuristik (penelitian) bagi kalangan
internal, serta menambah sesi kegiatan "Bertjerita Tempo Doeloe" yang
merupakan pengembangan konsep dari kegiatan "Bertjerita Bandoeng"
tahun lalu.

Agenda kegiatan internal terdekat adalah "Wisata Bandung
Purba" ke Goa Pawon dan Karang Pawitan, Padalarang, yang akan
dilaksanakan hari Minggu, 13 Januari mendatang (lihat di:
www.aleut.multiply. com).

Agenda Klab Aleut selengkapnya, masih dalam proses pengerjaan.
Tunggu saja "posting" berikutnya!

Demikian informasi Klab Aleut yang bisa kami sampaikan melalui
"posting" ini. Mohon maaf jika "posting" kami kurang bersahaja.
Terima kasih atas segala perhatian & semoga sukses.

Salam!

-Klab Aleut-

Start:     Feb 23, '08 09:00a
End:     Feb 23, '08 6:45p
Location:     bandung
Mahanagari mengajak anda napak tilas secukil kehidupan manusia pra sejarah Bandung, jelajahi kawasan bukit dan gua yang eksotik, menikmati pesona fosil-fosil binatang koral 23 juta tahun yang lalu dan berjalan-jalan di kawasan taman batu serta mengamati fenomena geologi dan geografinya.

Kawasan Pasir Pawon (pasir=bukit, sundanesse) adalah kawasan penting dalam sejarah geologi Bandung karena kawasan ini adalah bukti pra sejarah bahwa batas utara pulau jawa pernah berada di padalarang-kabupaten bandung barat. Ke arah yang lain, kita dapat melihat perbukitan tua yang merupakan dinding dari danau bandung purba.

Dalam tur nanti kita pertama-tama akan berkumpul di Museum Geologi untuk diajak menonton Film dan mendapatkan penjelasan mengenai Bandung Purba bersama Geolog ITB, Ir. Budi Brahmantyo (beliau termasuk salah satu pakar yang menemukan fosil manusia pawon).

Setelah teorinya selesai, kita akan langsung pergi menuju Padalarang menggunakan Bus (AC). Waktunya untuk melihat langsung, ambil foto, smell the air and feel the wind! ..... mudah2an tidak hujan jadi tidak usah "feel the water" :)

Beberapa teman-teman yang juga pernah ke sana selalu berkata Pasir Pawon sangat indah -cocok untuk foto pre-wedding. Ada benarnya, kalau mau berjuang naik bukit pake gaun pengantin .. he he he ..
Overall, ini "recomended journey". Kami, Mahanagari dan Pak Budi, saat ini sedang menyiapkan semacam scrapbook untuk para peserta, sebagai guidance untuk peserta tour -sekaligus sebagai tempat untuk menempelkan foto-foto hasil jalan-jalan nanti (semacam scrapbook gitu deeh). So, siapkan kamera anda!
Informasi detailnya silahkan baca informasi di bawah ini:

Lokasi:
• Museum Geologi Bandung (Pemutaran film bandung purba)
• Pasir Pawon, Citatah-Padalarang
• Tanjakan frustasi
• Gua Pawon, Citatah-Padalarang
Waktu:
Sabtu, 23 Februari 2008
09.00 – 17.00
Pitstop: Museum Geologi, Jalan Supratman Bandung
Finish at: Mahanagari, Dipati Ukur 21
Harga:
• Rp 135.000/orang (tambah Rp 50.000, kalau mau dapat t-shirt mahanagari )
• untuk anak < 5 tahun Rp 100.000/anak (dapat seat di bis, tanpa konsumsi)
• untuk anak < 5 tahun Rp 75.000/anak (duduk dipangku orangtua, tanpa konsumsi)
• Tempat terbatas, hanya untuk 25 orang.
Fasilitas:
• Transportasi pp (by Bus, full AC)
• Souvenir Mahanagari
• Scrapbook Mahanagari
• CD dokumentasi
• Makan Siang
• Air mineral
• Biaya lokasi kunjungan

Pendaftaran dan Pembayaran:
• Langsung ke showroom kami di CiWalk atau Dipati Ukur 21
• Per telpon ke Ulu 0813-94889090 / 2012437, pembayaran lewat transfer
• Lewat internet ke www.mahanagari.multiply.com atau email ke mahanagari@gmail.com, lalu transfer pembayarannya ke:
• Bank Mandiri : no. Rekening 1320004157591 a.n Ben Wirawan/Hanafi Salman
• Pendaftaran dan Pembayaran paling lambat 21 Februari 2007
Keterangan: Peserta dimohon untuk datang 10 menit sebelum tur berlangsung, disarankan menggunakan sepatu track dan membawa payung/jas hujan.
Dibawah ini beberapa foto yang kami ambil di Pasir Pawon pada tur sebelumnya:


Masih banyak foto lain di album foto kita di Multiply ini -atau lebih baik lagi ... yuk ikutan bareng kita tanggal 23 February ini.

Untuk yang ingin ikut atau info lebih lengkap, silahkan menghubungi Mahanagari di:
@ Ulu 081394889090 dan mahanagari@gmail.com
@ http://mahanagari.multiply.com/journal/item/32
@ http://mahanagari.multiply.com/journal/item/39

Nuhun, Mahanagari - Bandung Pisan

Agenda Bandung
Join this Group!RSS FeedHelp on RSS FeedsAdd to My Yahoo
Report Abuse
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Chris Vincent All rights reserved.