Jaman sekarang serba dipermudah, termasuk kalau mau senang-senang. Banyak pilihan buat hang-out sama teman-teman atau pacar. Seru lah. Meski gak semodern masa kini, orang-orang dulu juga tahu kemana mereka mesti pergi kalau mau jalan-jalan dan ngajakin pacar-pacarnya kencan. Salah satunya yang paling mumpuni adalah BIOSKOP. Bioskop Majestic dan Vanda pernah berjaya dimasanya, bioskop bernama Dian yang lokasinya sebelahan dengan Pendopo juga sempat ngetop. Elita juga termasuk salah satunya.
Lalu apa hubungannya Tatar Ukur Parahyangan Ciwalk dengan Bioskop? oh untuk minggu ini jelas ada hubungannya. Rutin setiap tahunnya, sebuah mall bernama Cihampelas Walk menggelar acara yang Bandung pisan pada bulan April. Ciwalk berniat untuk mengajak para pengunjung untuk menikmati suasana Bandung yang kental dengan sejarah, budaya, dan seninya. Tatar Ukur parahyangan ini akan berlangsung selama 4 hari, 3-6 April 2008.
Karenanya Ciwalk ngajakin Mahanagari, dan Mahanagari balik ngajakin temen-temen dari Klab Aleut, Pak Budi dari KRCB, dan Dodong Kodir beserta Pak Asep Nata yang concern masalah seni musik tradisi kontemporer untuk bercerita Bandung melalui bioskop, situs purbakala gua pawon, dan alat musik tradisional dunia (termasuk tatar Parahyangan): Karinding.
Untuk tema pertama, bioskop, teman-teman dari Klab Aleut membawa kita untuk sedikit (banyak-banyak juga boleh) merasakan aura dari bioskop-bioskop masa lalu di Bandung. Acara yang Klab Aleut beri judul NONGTON BIOSKOP BAHEULA ini jangan sampe dilewatin. Jarang-jarang soalnya. Bakal ada highlight film-film yang dulu pernah bikin nenek, ibu, tante, dan kawan-kawannya ngantri juga, loh.
Waktu : Kamis 3 April 2008
Pukul : 18.30 - 19.15
Tempat : Union Square Ciwalk
Hari kedua, akan ada bahasan mengenai Situs Purbakala Gua Pawon. Temen-temen pasti sudah pada tahu, tapi gak ada salahnya kan untuk ikutan datang dan ngobrol sama-sama. Jangan bosen karena toh ini dalam rangka kampanye Gua Pawon juga. Jadi mari kita lakukan sama-sama. Untuk yang belum tahu, ayo ikutan nimbrung. Kita dengerin cerita dari kuncen Pawon, Budi Brahmantyo dari KRCB (Kelompok Riset Cekungan Bandung), peneliti sekaligus dosen Geologi ITB yang aktif mengkampanyekan keberadaan gua Pawon dan sekitarnya. Kalo penasaran bisa tanya-tanya dan siapa tahu bisa jalan-jalan bareng ke sana lagi, toh;)
Waktu : Jumat 4 April 2008
Pukul : 18.30-19.15
Tempat : Union Square Ciwalk
Terakhir, hari ketiga, adalah waktunya memperkenalkan KARINDING. Apa itu Karinding? Alat musik tradisional Sunda, tentu saja. Tapi jangan salah, alat musik jaman yang sudah ada sejak jaman batu ini keeksisannya tersebar diseluruh dunia. Selain pemberian nama yang jelas beda, Karinding di beberapa belahan bumi lain adalah berupa logam, sedangkan di kawasan Parahyangan (se-Indonesia raya, malah), Karinding itu terbuat dari bambu. Dan jangan heran apabila suatu hari nanti, negeri tetangga kita yang satu rumpun itu tiba-tiba mengaku memiliki alat musik serupa. Gapapa, kok heheheh. Nantinya, musisi Dodong Kodir dan Asep Nata (dosen STSI) lah yang akan tampil sebagai pembicara. Btw, saksikan penampilan Kang Dodong dengan karindingnya ya. Oke banget. Beliau sudah keliling dunia dengan Karindingnya tapi belum pernah tampil di Ciwalk. Nah loh...mari..mari...kita kenalan sama kultur sendiri.
waktu : Sabtu 5 April 2008
Pukul : 18.30-19.15
Tempat : Union Square Ciwalk